From: Subject: Halal dan Haram dalam Islam Date: Thu, 29 Jul 2010 11:00:52 +0700 MIME-Version: 1.0 Content-Type: multipart/related; type="text/html"; boundary="----=_NextPart_000_0005_01CB2F0D.4F64D680" X-MimeOLE: Produced By Microsoft MimeOLE V6.00.2900.5931 This is a multi-part message in MIME format. ------=_NextPart_000_0005_01CB2F0D.4F64D680 Content-Type: text/html; charset="iso-8859-1" Content-Transfer-Encoding: quoted-printable Content-Location: http://media.isnet.org/islam/Qardhawi/Halal/20315.html Halal dan Haram dalam Islam

Halal dan Haram dalam Islam

oleh Yusuf Qardhawi=20

Indeks = Islam | Indeks=20 Qardhawi | Indeks=20 Artikel | Tentang=20 Pengarang=20


ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | = Koleksi | Anggota

2.3.15 Pengetahuan Ilmu Modern Tentang = Memelihara=20 Anjing

Barangkali akan kita jumpai di tempat-tempat kita ini beberapa = orang=20 yang sedang asyik terhadap Barat, sehingga mereka menganggap Barat = itu=20 mempunyai kehalusan budi dan perikeimanusiaan yang tinggi serta = menaruh=20 kasih-sayang kepada semua binatang yang hidup. Mereka = menganggapnya, bahwa=20 Islam itu bersikap keras terhadap binatang yang dapat dipercaya, = tunduk=20 dan beramanat.

Kepada mereka ini akan kami bawakan suatu artikel ilmiah yang = sangat=20 berharga sekali, ditulis oleh seorang sarjana spesialis dari = Jerman.=20 Artikel tersebut menjelaskan betapa bahayanya yang akan = ditimbulkan karena=20 memelihara anjing. Ia mengatakan: "Bertambahnya musibah yang = diderita umat=20 manusia pada tahun terakhir yang disebabkan oleh anjing, memaksa = kita=20 untuk memperhatikan secara khusus tentang betapa bahaya yang = nampak sekali=20 yang disebabkan oleh anjing, lebih-lebih situasinya bukan terbatas = karena=20 memelihara itu ansich, tetapi sampai kepada bermain-main dan = menciumi=20 serta mengusap-usap anjing dengan tangan oleh anak-anak kecil dan=20 orang-orang dewasa. Bahkan banyak sekali anjing-anjing itu = menjilat bekas=20 bekas makanan yang ada di piring orang tempat menyimpan makanan = dan=20 minuman manusia."

Kebiasaan-kebiasaan jelek yang kami sebutkan di atas akan = sangat=20 bertentangan dengan perasaan yang sehat dan tidak mungkin dapat = diterima=20 oleh kesopanan manusia. Lebih lebih persoalan ini sangat = kontradiksi=20 dengan kebersihan dan kesehatan. Tetapi kami tidak akan = membicarakan=20 persoalan ini ditinjau dari segi tersebut, karena telah menyimpang = dari=20 pokok persoalan yang sedang dibahas dalam studi ilmiah ini. = Biarlah itu=20 kita serahkan kepada masalah pendidikan budi-pekarti dan = pendidikan jiwa=20 untuk menentukannya.

Di sini akan kita tinjau dari segi kesehatan --dan itulah yang = kami=20 anggap sangat urgen dalam pembahasan ini-- sebab bahaya yang = sangat=20 mengancam kesehatan manusia dan kehidupannya yang disebabkan = memelihara=20 anjing tidak boleh dianggap remeh. Banyak orang yang terpaksa = harus=20 mengorbankan uang yang tidak sedikit karena digigit oleh anjing, = apabila=20 cacing pita anjing itu justru yang menyebabkan penyakit yang=20 berkepanjangan. Bahkan tidak kurang juga penderita yang akhirnya = menemui=20 ajalnya.

Cacing ini bentuknya sangat kecil sekali, dan disebut cacing = pita=20 anjing. Cacing ini akan tampak pada diri manusia dalam bentuk = jerawat.=20 Cacing ini terdapat juga pada binatang-binatang lain terutama = babi, tetapi=20 pertumbuhannya tidak secepat cacing pita anjing. Terdapat juga = pada=20 anak-anak anjing hutan dan serigala, tetapi jarang ada pada = kucing.

Cacing pita anjing ini berbeda sangat dengan cacing-cacing pita = lainnya, dan sangat kecil sekali, sehingga hampir-hampir tidak = dapat=20 dilihat, dan tidak dikira dia itu hidup kecuali setelah beberapa = tahun=20 lamanya

Selanjutnya Dr. Graard Pentsmar menulis artikel tersebut = berkata:=20 Perkembangan tumbuhnya cacing pita anjing ini dalam ilmu hewan ada = beberapa keanehan tersendiri, misalnya satu telur dapat = menumbuhkan=20 kepala-kepala casing pita yang banyak sekali dengan membawa = bisul-bisul=20 (jerawat) yang timbul karena cacing tersebut. Telur-telur ini akan = memungkinkan untuk menumbuhkan jerawat-jerawat yang berbeda-beda = pula.=20 Demikianlah, bahwa kepala-kepala cacing yang ditumbuhkan karena=20 bisul-bisul itu akan berubah menjadi cacing-cacing pita lagi yang = dapat=20 terbentuk dengan sempurna dan berkembang dalam usus-usus = anjing.

Cacing-cacing ini tidak dapat tumbuh pada diri manusia dan = hewan,=20 melainkan berupa jerawat-jerawat dan bisul-bisul baru yang satu = lama lain=20 sangat berbeda dengan cacing pita itu sendiri. Bisul yang terdapat = pada=20 binatang tidak bisa lebih dari sebesar kepal, dan itupun = sebenarnya sangat=20 jarang sekali. Justru itu kalau diperhatikan, bahwa timbangan hati = akan=20 bisa bertambah yang kadang-kadang tambahnya itu mencapai 5 sampai = 10 kali=20 dari berat hati biasa. Tetapi bisul yang ada pada manusia bisa = mencapai=20 sebesar kepal tangan atau sebesar kepala anak kecil dan penuh = dengan nanah=20 yang beratnya 10 sampai 20 kati.

Kebanyakan bisul ini menyerang hati manusia dan akan nampak = dalam=20 bentuknya yang berbeda-beda, tetapi, kebanyakan kemudian pindah = pada=20 paru-paru, lengan, limpa dan anggota yang lain. Semua ini dapat = berubah=20 bentuk maupun keadaannya dengan perubahan yang besar sekali, = sehingga=20 dalam waktu relatif pendek sukar untuk dapat dibedakan dari yang=20 biasa.

Walhasil, bahwa bisul ini kalau sampai timbul sangat mengancam=20 kesehatan dan hidupnya si penderita dan berat untuk kita bisa = mengetahui=20 perkembangan sejarah hidupnya, membiaknya dan membentuknya. Sampai = hari=20 ini belum ada jalan untuk mengobatinya. Cuma kadang-kadang = cacingcacing=20 ini akan mati dengan sendirinya dan kadang-kadang justru = bahan-bahan yang=20 tidak dapat diterima oleh tubuh itu sendiri yang bekerja untuk=20 membinasakan kuman-kuman tersebut. Menurut penyelidikan yang = mutakhir,=20 bahwa tubuh manusia yang dalam keadaan seperti ini justru menjadi = bahan=20 obat untuk melawan kuman tersebut serta mematikan bekerjanya = racun.

Dan yang sangat menyedihkan, bahwa matinya cacing-cacing itu = jarang=20 sekali tidak meninggalkan pengaruh dan menimbulkan bahaya, = dibandingkan=20 dengan lainnya. Lebih-lebih cara untuk memberantas penyakit ini = dengan=20 jalan kimia tidak lagi berguna. Satu-satunya jalan ialah dengan = operasi.=20 Lama tidak dioperasi si penderita tidak akan dapat lolos dari = mara-bahaya.=20 Yakni pengobatan cara lain tidak lagi berguna.

Sebab-sebab ini semua, memaksa kita untuk berbuat cara-cara = yang=20 mungkin guna memberantas penyakit yang sangat berbahaya demi = melindungi=20 manusia dari bahaya yang datangnya misterius itu.

Prof. Dr. Nawalr dalam analisanya tentang bangkai di Jerman,=20 mengatakan: Bahwa di Jerman penderitaan yang dialami oleh umat = manusia=20 yang disebabkan bisul cacing pita anjing tidak kurang dari 1% atau = lebih.=20 Sedang negara-negara lain yang diserang penyakit ini, yaitu di = bagian=20 selatan Nederland, Daimasia, Krim, Islandia, Tenggara Australia, = propinsi=20 Frisland di negeri Belanda dimana anjing-anjing selalu dipakai = untuk=20 menarik, maka penderitaan yang ditimbulkan karena cacing pita = tidak kurang=20 dari 12%. Sedang di Islandia sendiri antara 43% penduduk negara = tersebut=20 yang menderita karena bisul cacing pita.

Kalau kita sudah tahu betapa kerugian yang akan menimbulkan = makanan=20 manusia yang ditimbulkan oleh binatang yang membahayakan ini = sampai kepada=20 bahaya yang mengancam kesehatan manusia karena adanya cacing pita = itu,=20 maka tidak seorang pun yang akan menentang, bahwa menjauhkan = binatang ini=20 adalah termasuk salah satu keharusan, demi menjaga dan melindungi = makanan=20 rakyat. Lebih-lebih segi-segi yang mungkin dapat menyelamatkannya = hingga=20 kini masih sangat mengkawatirkan. Dari saat ke saat, wabah ini = akan=20 menular.

Jalan yang paling ampuh untuk memberantas wabah ini ialah kita = harus=20 bekerja dengan giat untuk mengurung cacing pita ini hanya pada = anjing dan=20 dijaga jangan sampai tersebar luas. Hal ini kita tempuh, justru = kita tidak=20 lagi mampu untuk melarang orang jangan memelihara anjing = samasekali ...=20 Dan jangan dilupakan juga kita harus mengobati anjing itu sendiri, = yaitu=20 dengan jalan menghilangkan cacing pitanya yang terdapat dalam = usus-ususnya=20 itu. Caranya ialah mengoperasi anjing-anjing tersebut, dan ini = telah biasa=20 dilakukan terhadap anjing pelacak dan penjaga.

Dan demi menjaga kesehatan dan kelangsungan hidup manusia, = dapat juga=20 kiranya dijaga dengan teliti sekali, jangan bermain-main dan=20 berdekat-dekat dengan anjing. Begitu pula anak-anak supaya tidak=20 membiasakan bergaul dengan anjing, jangan biarkan tangannya = dijilat anjing=20 dan jangan diperkenankan anjing-anjing itu tinggal di tempat = bermainnya=20 anak-anak. Sebab sangat disesalkan, sering kita lihat ada beberapa = anjing=20 yang berkeliaran di tempat-tempat olahraga anak-anak.

Disamping itu harus disediakan pula bejana-bejana khusus untuk = makanan=20 anjing. Jangan dibiarkan anjing-anjing itu menjilat piring-piring = yang=20 biasa dipakai makan manusia. Jangan pula dibiarkan anjing-anjing = itu=20 keluar-masuk di kedai-kedai makanan, pasar-pasar umum, = warung-warung dan=20 sebagainya. Dan semua orang pun harus mengambil bagian khusus = untuk=20 menghindarkan anjing dari apa saja yang bersentuhan dengan makanan = dan=20 minuman manusia.

Dengan demikian, maka kita pun tahu betapa Nabi Muhammad = melarang kita=20 untuk bergaul dengan anjing dan memperingatkan kita jangan sampai=20 bejana-bejana kita itu dijilat oleh anjing serta melarang = memelihara=20 anjing, kecuali karena diperlukan. Betapa pula sesuainya ajaran = Muhammad=20 dengan pengetahuan modern dan ilmu kedokteran yang mutakhir!

Dalam hal ini kami tidak akan memperpanjang perkataan, kiranya = cukup=20 apa yang dikatakan al-Quran:

"Muhammad tidak berbicara yang keluar dari hawa = nafsunya.=20 Tidak lain yang dikatakan itu melainkan wahyu yang diwahyukan."=20 (an-Najm: 3-4)

2.4 Bekerja dan Usaha

FIRMAN Allah:

"Dialah zat yang menjadikan bumi ini mudah buat kamu. = Oleh=20 karena itu berjalanlah di permukaannya dan makanlah dari = rezekinya."=20 (al-Mulk: 15)

Ayat ini merupakan mabda' (prinsip) Islam. Bumi ini oleh Allah=20 diserahkan kepada manusia dan dimudahkannya. Justru itu manusia = harus=20 memanfaatkan nikmat yang baik ini serta berusaha di seluruh = seginya untuk=20 mencari anugerah Allah itu.

2.4.1 Diamnya Orang yang Mampu Bekerja = adalah=20 Haram

Setiap muslim tidak halal bermalas-malas bekerja untuk mencari = rezeki=20 dengan dalih karena sibuk beribadah atau tawakkal kepada Allah, = sebab=20 langit ini tidak akan mencurahkan hujan emas dan perak.

Tidak halal juga seorang muslim hanya menggantungkan dirinya = kepada=20 sedekah orang, padahal dia masih mampu berusaha untuk memenuhi = kepentingan=20 dirinya sendiri dan keluarga serta tanggungannya. Untuk itu = Rasulullah=20 s.a.w. bersabda:

"Sedekah tidak halal buat orang kaya dan orang yang = masih=20 mempunyai kekuatan dengan sempurna." (Riwayat = Tarmizi)

Dan yang sangat ditentang oleh Nabi serta diharamkannya = terhadap diri=20 seorang muslim, yaitu meminta-minta kepada orang lain dengan = mencucurkan=20 keringatnya. Hal mana dapat menurunkan harga diri dan karamahnya = padahal=20 dia bukan terpaksa harus minta-minta.

Kepada orang yang suka minta-minta padahal tidak begitu = memerlukan,=20 Rasulullah s.a.w. pernah bersabda sebagai berikut:

"Orang yang minta-minta padahal tidak begitu = memerlukan,=20 sama halnya dengan orang yang memungut bara api." (Riwayat = Baihaqi dan=20 Ibnu Khuzaimah dalam sahihnya)

Dan sabdanya pula:

"Barangsiapa meminta-minta pada orang lain untuk = menambah=20 kekayaan hartanya tanpa sesuatu yang menghajatkan, maka berarti = dia=20 menampar mukanya sampai hari kiamat, dan batu dari neraka yang = membara=20 itu dimakannya. Oleh karena itu siapa yang mau, persedikitlah = dan siapa=20 yang mau berbanyaklah." (Riwayat Tarmizi)

Dan sabdanya pula:

"Senantiasa minta-minta itu dilakukan oleh seseorang = di=20 antara kamu, sehingga dia akan bertemu Allah, dan tidak ada di = mukanya=20 sepotong daging." (Riwayat Bukhari dan Muslim)

Suara yang keras ini dicanangkan oleh Rasulullah, demi = melindungi harga=20 diri seorang muslim dan supaya seorang muslim membiasakan hidup = yang suci=20 serta percaya pada diri sendiri dan jauh dari menggantungkan diri = pada=20 orang lain.

2.4.2 Bilakah Minta-Minta Itu = Diperkenankan?

Namun Rasulullah s.a.w. masih juga memberikan suatu pembatas = justru=20 karena ada suatu kepentingan yang mendesak. Oleh karena itu = barangsiapa=20 sangat memerlukan untuk meminta-minta atau mohon bantuan dari = pemerintah=20 dan juga kepada perorangan, maka waktu itu tidaklah dia berdoa = untuk=20 mengajukan permintaan.

Karena ada sabda Nabi:

"Sesungguhnya meminta-minta itu sama dengan luka-luka, = yang=20 dengan meminta-minta itu berarti seseorang melukai mukanya = sendiri, oleh=20 karena itu barangsiapa mau tetapkanlah luka itu pada mukanya, = dan=20 barangsiapa mau tinggalkanlah, kecuali meminta kepada sultan = atau=20 meminta untuk suatu urusan yang tidak didapat dengan jalan = lain."=20 (Riwayat Abu, Daud dan Nasa'i)

Qabishah bin al-Mukhariq berkata:

"Saya menanggung suatu beban yang berat, kemudian saya = datang kepada Nabi untuk meminta-minta, maka jawab Nabi: = Tinggallah di=20 sini sehingga ada sedekah datang kepada saya, maka akan saya = perintahkan=20 sedekah itu untuk diberikan kepadamu. Lantas ia pun berkata: Hai = Qabishah! Sesungguhnya minta-minta itu tidak halal, melainkan = bagi salah=20 satu dari tiga orang: (1) Seorang laki-laki yang menanggung = beban yang=20 berat, maka halallah baginya meminta-minta sehingga dia dapat=20 mengatasinya kemudian sesudah itu dia berhenti. (2) Seorang = laki-laki=20 yang ditimpa suatu bahaya yang membinasakan hartanya, maka = halallah=20 baginya meminta-minta sehingga dia mendapatkan suatu standard = untuk=20 hidup. (3) Seorang laki-laki yang ditimpa suatu kemiskinan = sehingga ada=20 tiga dari orang-orang pandai dari kaumnya mengatakan: Sungguh si = anu itu=20 ditimpa suatu kemiskinan, maka halallah baginya meminta-minta = sehingga=20 dia mendapatkan suatu standard hidup. Selain itu, meminta-minta = hai=20 Qabishah, adalah haram, yang melakukannya berarti makan barang = haram."=20 (Riwayat Muslim, Abu Daud dan Nasa'i)

2.4.3 Jaga Harga Diri dengan Bekerja

Nabi menghapuskan semua fikiran yang menganggap hina terhadap = orang=20 yang bekerja, bahkan beliau mengajar sahabat-sahabatnya untuk = menjaga=20 harga diri dengan bekerja apapun yang mungkin, serta dipandang = rendah=20 orang yang hanya menggantungkan dirinya kepada bantuan orang = lain.

Maka sabda Nabi:

"Sungguh seseorang yang membawa tali, kemudian ia = membawa=20 seikat kayu di punggungnya lantas dijualnya, maka dengan itu = Allah=20 menjaga dirinya, adalah lebih baik daripada meminta-minta kepada = orang=20 lain, baik mereka yang diminta itu memberi atau menolaknya." = (Riwayat=20 Bukhari dan Muslim)

Untuk itu setiap muslim dibolehkan bekerja, baik dengan jalan=20 bercocok-tanam, berdagang, mendirikan pabrik, pekerjaan apapun = atau=20 menjadi pegawai, selama pekerjaan-pekerjaan tersebut tidak = dilakukan=20 dengan jalan haram, atau membantu perbuatan haram atau bersekutu = dengan=20 haram.

(sebelum,=20 sesudah)


Halal dan Haram dalam Islam
Oleh Syekh Muhammad Yusuf = Qardhawi
Alih=20 bahasa: H. Mu'ammal Hamidy
Penerbit: PT. Bina Ilmu, 1993

Indeks = Islam=20 | Indeks=20 Qardhawi | Indeks=20 Artikel | Tentang=20 Pengarang=20
ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | = Koleksi | Anggota=20

Please direct any suggestion to Media=20 Team

------=_NextPart_000_0005_01CB2F0D.4F64D680 Content-Type: image/gif Content-Transfer-Encoding: base64 Content-Location: http://media.isnet.org/islam/Qardhawi/Halal/bgd.gif R0lGODlh5ANaAPcAAP//////zP//mf//Zv//M///AP/M///MzP/Mmf/MZv/MM//MAP+Z//+ZzP+Z mf+ZZv+ZM/+ZAP9m//9mzP9mmf9mZv9mM/9mAP8z//8zzP8zmf8zZv8zM/8zAP8A//8AzP8Amf8A Zv8AM/8AAMz//8z/zMz/mcz/Zsz/M8z/AMzM/8zMzMzMmczMZszMM8zMAMyZ/8yZzMyZmcyZZsyZ M8yZAMxm/8xmzMxmmcxmZsxmM8xmAMwz/8wzzMwzmcwzZswzM8wzAMwA/8wAzMwAmcwAZswAM8wA AL+/v5n//5n/zJn/mZn/Zpn/M5n/AJnM/5nMzJnMmZnMZpnMM5nMAJmZ/5mZzJmZmZmZZpmZM5mZ AJlm/5lmzJlmmZlmZplmM5lmAJkz/5kzzJkzmZkzZpkzM5kzAJkA/5kAzJkAmZkAZpkAM5kAAGb/ /2b/zGb/mWb/Zmb/M2b/AGbM/2bMzGbMmWbMZmbMM2bMAGaZ/2aZzGaZmWaZZmaZM2aZAGZm/2Zm zGZmmWZmZmZmM2ZmAGYz/2YzzGYzmWYzZmYzM2YzAGYA/2YAzGYAmWYAZmYAM2YAADP//zP/zDP/ mTP/ZjP/MzP/ADPM/zPMzDPMmTPMZjPMMzPMADOZ/zOZzDOZmTOZZjOZMzOZADNm/zNmzDNmmTNm ZjNmMzNmADMz/zMzzDMzmTMzZjMzMzMzADMA/zMAzDMAmTMAZjMAMzMAAAD//wD/zAD/mQD/ZgD/ MwD/AADM/wDMzADMmQDMZgDMMwDMAACZ/wCZzACZmQCZZgCZMwCZAABm/wBmzABmmQBmZgBmMwBm AAAz/wAzzAAzmQAzZgAzMwAzAAAA/wAAzAAAmQAAZgAAMwAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAACwAAAAA5ANaAAAI/wCrCBxI sCDBJzCqqFC4sKGKhwwfSpxIsaLFiQBUZNyoUSOAjyBDihxJsqTJkyhTqlzJsqXLlzBjypxJs6bN mzhz6tzJs6fPn0CDCh1KtKjRoywNGmyosClChE0hOpR6sapEAySwas3asePGjF69Ih1LtqzZs2jT ql3Ltq3bt3DjykWqdGHTgQuhwngSNapUhhGtUiRREetDjog9klQ8t7Hjx5AjS55MubLly5jPKi34 VGBCFQj3Mh0tuLSBq1kJh00MIPVWAyBJZJ5Nu7bt27hz697NG+3muwmr7K3Cdy/UqRL9UhWsWkVq 1Ku9ng4pWyTs3tiza9/Ovbv37+BjFv+0O7C4+eEwQI9WXtri6YfvORo2/NWjWNjVw+vfz7+///8A BnjTb8IJBJVeoBVIGmmBtefcQ809qIJWHK22UVZfCajhhhx26OGHILql1IEFEpfQE3wJ98RU7C3n 4HsTTshVhakBgBVIjMUW4o489ujjj0B+SKCBdy2U3op7DUdRi+1FmBFhpxH2lVb21ZehjUFmqeWW XHbppVxKoVeiXUaaiJAKSgbWYINVcSVjdGJ5hJ9IOX5p55145qnnniURRF55RQrUUJJPpfeXi+3B SJibhzm3lVcYwlYnn5RWaumlmPpnkHnjCRqoQ0w6eNF7rjnq2oVzVpdffpm26uqrsMb/OheBnwUq aKErqonci6oZxtWM0X0V6UfXyWrsscgmq6xOBKboqUK5EppeqIgyB5+j2Ga0FZYa3agqscuGK+64 5CJLUHB3mWhgQrWulxyook4UZYxuovqrRtXBdt2k5fbr778AA2kQuuziSlxDuC4YL4QwxmgqfTLe iOW2rLYW8MUYZ6zxfiMSmWJwaKorlaGHslmaalJSZG+UEn807MYwxyzzzLNtRjBxnRmZK8LUxvte fHBuhN903boMLs1IJ6300mVtVhxxBR4obaHvAlatVaqBhVGVixZrsWxzMi322GSXPVOznqmLq7QK L9wVRa91pdW+p3ptsdl456132XUN/zSc1ComifBEfbkdI41Eu4xVjeDKBvbekEcuecydevZ0ktAq SXXPokbYEZVZy4jYy/lObvrpqCc7JF8ppqhzuxH5ZfJFUEInYZytSdq4xXan7vvvwO8ZprMF1ypa 5jvPvuvJMT6qNWKoYhn89NRXv+Vv6HLKOuxoEr68g1zNW69iYcl5N4YVW6/++uxz7HRTJ7J7PJrJ I6e8exP1CmxX0EcvffsADKAAtVOQEx0kUMcRWezg1Tl5NSd0rMHXvixmvgFa8IIYnEyY0uYnM0VF NG37nlVIBR9ggYU1E8ygClfIQjC9ry9jisqZdHU/rGVLItATi/8wpKMW+vCHQAQKZ//8BrVaIalQ shPh1UaFwwdV6IlYKl36gkjFKlrxJQWE2gGBUzjlJLFzDZNQwz6Cu0jl5zq9u6Ia16hGm10Ofgfr YghrWBEo2RFiz4OUt67jODb68Y9XXJ0W+fK6GVaEc7wqoQ4t9D9+AfKRkLwg9gqEOaYQin7tMpzD iBaxN52wSno8WiRHScoA9q11eMELEp/ivS8yTyIPbBQZPwmSsPFuiqXMpS4nN6S0kckpogkmIn0W sf3p8ISPc+Qul8lMvE0yL/GDH1N25j0lMjFltZPlLHFYy7s185vgdGZ5gkM8tZlJcIby4sKaAyM8 8o8xpvpf6cJJz3pSbmBEGmTxOkP/SPWwaJ3QMUyjypehofEQl/ZMqELF1TEFBQ556ITItCxCR4fd LmURxNGFFsrRjv5LkOacGtQksqIliopoMIrghEKiu/959KUwfVUW00XOWn3wIUq6JMnAeDuVZmhG q/JmTIdKVD4NsYNQ+ZQWu1fSamoSLM2xkjYxVDRRFvWqWL3eUgpISA8KDmEThda7BNOwdgatShT6 VlbXytYg/eaXwDlTzhyCJInstEniE6g2+Sel3B0NoW0NrGD7MyR0AXNzVgNhRUdYQirRckqK491g J0tZTW01lXAl1AJLGpGmum1RbwpWWNAXxVlW9rSozQ72PuYpiCAWpwycaKJqdxqB/z6RkX4FbGp3 y9vM9HJ7frqkDA+pyQfpD3fkE5pVe8vc5lrmXKhkV+D4eclBUe2zjS0mxAiqo3zp1rngDe9abDbI cSpEWuetq1Q8a5o6wg2U29SXjeYp3vraVy2Fna4RZTg/VsKWvTa8lkqD1UdWffe+CE4wT/oGtdbF z5BiNZSErclE49JrkdCTb0uXq+AOexgnlUsb5jrDtuHKtSJ3tQpY5kNQ+Bb4wzCO8U5e6Cy7GGdq Ez0SbE/a02uFTjYdqZGGpZdGGRv5yCchLyW3dzmq1fWI632Ryh72ubpt9GtGQ7KWtzwStKlrau7K 3EQALCqtpVSCz1GV7orM5TYfuf9jBXvWgwXHkCMFE6Bve9KN3jkx0lKHzW4OtIKHaFgVeWpt/TQR TtWb4tJ8sonbdA3Y0FcsQAv60uH9DesUWElXIofMVQkjw/Z3KskK9dSYTnV9J1miTc/PauoEdZsg 7bAZzXc+8xXagVXNa95mscZfPl7h/lncgULorKXNkaV7zezUbpC1ThHUeqy23gm39yqHayKQn5Qh PT6u2eD29RZLdGibso3YDymprPPH7jyGj6r9G8muw01vor6vM5bTb87U2WiyYquJkEKMxNLq0nob XLC91PdnruvUYj8sZVXeVst4ePCKD5bQMdSipzRLnnTPb52iBlpGIxZZilv85Pb/bijxWAnRT6e4 34MZjPP4fEy/ovzmWM0vNB0qXNIYkqSM3RrD9tpt6Jkc50jv6Ln8tumo4ZiVJGPIukeoP5ZBHIoh UWbSt07Phh7a0IheeETS+VRYnnmbaM9RlbjOdnBuUMQPfTpoDOVf9cDcgVuLWx5Hl2utt/3vpHxr g5eq8GF3r7huemDR72NqwDuemUddOvcM/y5qAn3WFjXhQKWa21rO+/GgDyKDAdVxOeJlx4uFJbZ7 1SjdxXNoueZw6GcfSMEnNcwKq/uO/a36mfuKQvP1c8toT/w25pdEiO6ecnTsNm1NWblBNt/RUV38 6rOwcuQ5j6FxT5Wp0y5/M9cz/8UlaNplW//8A1ytoUfqUAZ5vPtS9vG1gvyo6aSwj+jP//VZ3VoV uWsqIGRX2EU0v/Iat3Q38lVw+reAADR6XRU1pjcadZV6x1ZbEqJ5rNFnWUZ9DNiB1BNiT7N9coQc d6diqndHN2SANfJtCuiBLviBbxdtpYdECSIaLFdciiJywUJw+PKCPmg9XldOazN3T7Z7Y5Uoefcc GUVwXmN+P/iE4jQiIKNAhzUaNihbDWQqxyZLq9FXfgaFYOg7MZhAm4NJy0F3bmNWEXdbphVFc2JL YRiHevNrStZV+EaEc2eE4LOFWoNco1VpnyeHgjgzmmZEaWIkg5KH/5VuFCYv2EY2anm2drHRhINY iWSjZExHSdACTBLIVMUlfiKHdhnoTYFoiabYL+O2LvBDSCiSXsy3iCUINyhTVkpIdCLBQ054irr4 LwEBADs= ------=_NextPart_000_0005_01CB2F0D.4F64D680--