From: Subject: Halal dan Haram dalam Islam Date: Thu, 29 Jul 2010 11:06:32 +0700 MIME-Version: 1.0 Content-Type: multipart/related; type="text/html"; boundary="----=_NextPart_000_0014_01CB2F0E.1A379910" X-MimeOLE: Produced By Microsoft MimeOLE V6.00.2900.5931 This is a multi-part message in MIME format. ------=_NextPart_000_0014_01CB2F0E.1A379910 Content-Type: text/html; charset="iso-8859-1" Content-Transfer-Encoding: quoted-printable Content-Location: http://media.isnet.org/islam/Qardhawi/Halal/302102.html Halal dan Haram dalam Islam

Halal dan Haram dalam Islam

oleh Yusuf Qardhawi=20

Indeks = Islam | Indeks=20 Qardhawi | Indeks=20 Artikel | Tentang=20 Pengarang=20


ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | = Koleksi | Anggota

3.2.10.2 Hikmah Dibolehkannya = Poligami

Islam adalah hukum Allah yang terakhir yang dibawa oleh Nabi = yang=20 terakhir pula. Oleh karena itu layak kalau ia datang dengan = membawa=20 undang-undang yang komplit, abadi dan universal. Berlaku untuk = semua=20 daerah, semua masa dan semua manusia.

Islam tidak membuat hukum yang hanya berlaku untuk orang kota = dan=20 melupakan orang desa, untuk daerah dingin dan melupakan daerah = panas,=20 untuk satu masa tertentu dan melupakan masa-masa lainnya serta = generasi=20 mendatang.

Islam telah menentukan keperluan perorangan dan masyarakat, dan = menentukan ukuran kepentingan dan kemaslahatan manusia seluruhnya. = Di=20 antara manusia ada yang ingin mendapat keturunan tetapi sayang = isterinya=20 mandul atau sakit sehingga tidak mempunyai anak. Bukankah suatu = kehormatan=20 bagi si isteri dan keutamaan bagi si suami kalau dia kawin lagi = dengan=20 seorang wanita tanpa mencerai isteri pertama dengan memenuhi=20 hak-haknya?

Sementara ada juga laki-laki yang mempunyai nafsu seks yang = luarbiasa,=20 tetapi isterinya hanya dingin saja atau sakit, atau masa haidhnya = itu=20 terlalu panjang dan sebagainya, sedang si laki-laki tidak dapat = menahan=20 nafsunya lebih banyak seperti orang perempuan. Apakah dalam = situasi=20 seperti itu si laki-laki tersebut tidak boleh kawin dengan = perempuan lain=20 yang halal sebagai tempat mencari kawan tidur?

Dan ada kalanya jumlah wanita lebih banyak daripada jumlah = laki-laki,=20 lebih-lebih karena akibat dari peperangan yang hanya diikuti oleh=20 laki-laki dan pemuda-pemuda. Maka di sini poligami merupakan suatu = kemaslahatan buat masyarakat dan perempuan itu sendiri, sehingga = dengan=20 demikian mereka akan merupakan manusia yang bergharizah yang tidak = hidup=20 sepanjang umur berdiam di rumah, tidak kawin dan tidak dapat = melaksanakan=20 hidup berumahtangga yang di dalamnya terdapat suatu ketenteraman,=20 kecintaan, perlindungan, nikmatnya sebagai ibu dan keibuan sesuai = pula=20 dengan panggilan fitrah.

Ada tiga kemungkinan yang bakal terjadi sebagai akibat = banyaknya=20 laki-laki yang mampu kawin, yaitu:

  1. Mungkin orang-orang perempuan itu akan hidup sepanjang umur = dalam=20 kepahitan hidup.=20
  2. Mungkin mereka akan melepaskan kendalinya dengan menggunakan = obat-obat dan alat-alat kontrasepsi untuk dapat bermain-main = dengan=20 laki-laki yang haram.=20
  3. Atau mungkin mereka mau dikawini oleh laki-laki yang sudah = beristeri=20 yang kiranya mampu memberi nafkah dan dapat bergaul dengan baik. =

Tidak diragukan lagi, bahwa kemungkinan ketiga adalah = satu-satunya=20 jalan yang paling bijaksana dan obat mujarrab. Dan inilah hukum = yang=20 dipakai oleh Islam, sedang "Siapakah hukumnya yang lebih baik = selain hukum=20 Allah untuk orang-orang yang mau beriman?" (al-Maidah: 50)

Inilah sistem poligami yang banyak ditentang oleh orang-orang = Kristen=20 Barat yang dijadikan alat untuk menyerang kaum Muslimin, di mana = mereka=20 sendiri membenarkan laki-lakinya untuk bermain dengan = perempuan-perempuan=20 cabul, tanpa suatu ikatan dan perhitungan, betapapun tidak = dibenarkan oleh=20 undang-undang dan moral. Poligami liar dan tidak bermoral ini akan = menimbulkan perempuan dan keluarga yang liar dan tidak bermoral = juga.=20 Kalau begitu manakah dua golongan tersebut yang lebih kukuh dan = lebih=20 baik?

3.2.11 Hubungan Suami-Isteri

Al-QURAN menganggap penting untuk menampilkan masalah tujuan = kejiwaan=20 dari perkawinan, dan tujuan itu justru dijadikan standar membina = kehidupan=20 berumahtangga. Tujuan ini untuk melukiskan ketenteraman nafsu = seksual=20 dengan memperoleh keragaman cinta antara suami-isteri, memperluas = dunia=20 kasih-sayang antara dua keluarga, lebih meratanya perasaan cinta = kasih=20 yang meliputi kedua orang tua sarnpai kepada anak-anak.

Inilah arti yang terkandung dalam firman Allah yang = mengatakan:

"Di antara tanda-tanda kekuasaan dan kebesaran Allah, = yaitu=20 Ia menjadikan untuk kamu jodoh-jodoh dari diri-diri kamu sendiri = supaya=20 kamu menjadi tenteram dengan jodoh itu, dan Ia menjadikan antara = kamu=20 cinta dan kasih-sayang, sesungguhnya yang demikian itu sungguh = sebagai=20 bukti-bukti bagi orang yang mau berfikir." (ar-Rum: = 21)

3.2.12 Jalinan Perasaan Antara = Suami-Isteri

Tetapi al-Ouran juga tidak melupakan segi perasaan dan hubungan = badaniah antara suami-isteri. Untuk itu maka al-Quran memberikan = bimbingan=20 ke arah yang lebih lurus yang dapat menyalurkan kepentingan naluri = dan=20 menghindari yang tidak diinginkan.

Dalam riwayat diceriterakan, bahwa orang-orang Yahudi dan = Majusi=20 terlalu berlebih-lebihan dalam menjauhi isterinya ketika datang = bulan;=20 kebalikan dari orang-orang Nasrani, yang menyetubuhi isterinya = ketika=20 datang bulan. Mereka samasekali tidak menghiraukan masalah datang = bulan=20 itu. Dan orang-orang jahiliah samasekali tidak mau makan, minum,=20 duduk-duduk dan tinggal serumah dengan isterinya yang kebetulan = datang=20 bulan, seperti yang dikerjakan oleh orang Yahudi dan Majusi.

Justru itu sementara orang-orang Islam bertanya kepada Nabi, = apa yang=20 sebenarnya dihalalkan dan apa pula yang diharamkan buat mereka, = ketika=20 isterinya itu datang bulan. Maka turunlah ayat yang berbunyi:

"Dan mereka bertanya kepadamu tentang (darah) haidh, = maka=20 jawablah: bahwa dia itu berbahaya. Oleh karena itu jauhilah = perempuan=20 ketika haidh, dan jangan kamu dekati mereka sehingga mereka = suci, dan=20 apabila sudah suci, maka bolehlah kamu hampiri mereka itu = sebagaimana=20 Allah perintahkan kepadamu, sesungguhnya Allah senang kepada = orang-orang=20 yang taubat dan orang-orang yang bersih." (al-Baqarah: = 222)

Sementara orang Arab ada yang memahami arti menjauhi perempuan = ketika=20 haidh itu berarti tidak boleh tinggal bersama mereka, justru itu = Nabi=20 Muhammad s.a.w. kemudian menjelaskan kepada mereka maksud daripada = ayat=20 tersebut, dengan sabdanya sebagai berikut.

"Saya hanya perintahkan kepadamu supaya kamu tidak=20 menyetubuhi mereka ketika mereka itu dalam keadaan haidh; dan = saya tidak=20 menyuruh kamu untuk mengusir mereka dari rumah seperti yang = dilakukan=20 oleh orang ajam. Ketika orang-orang Yahudi mendengar penjelasan = ini,=20 kemudian mereka berkata: si laki-laki ini (Nabi Muhammad) = bermaksud=20 tidak akan membiarkan sedikitpun dari urusan kita, melainkan ia = selalu=20 menyalahinya."1= 4

Dengan demikian tidak salah seorang muslim bersenang-senang = dengan=20 isterinya ketika dalam keadaan haidh, asalkan menjauhi tempat yang = berbahaya itu.

Di sini Islam tetap berdiri --sebagaimana statusnya semula-- = yaitu=20 penengah antara dua golongan yang ekstrimis, di satu pihak sangat = ekstrim=20 dalam menjauhi perempuan yang sedang datang bulan sampai harus = mengusirnya=20 dari rumah; sedang di pihak lain memberikan kebebasan sampai = kepada=20 menyetubuhinya pun tidak salah.

Ilmu kesehatan modern telah menyingkapkan, bahwa darah haidh=20 (menstrubatio) satu peristiwa pancaran zat-zat racun yang = membahayakan=20 tubuh apabila zat itu masih melekat pada badan.

Ilmu pengetahuan itu telah menyingkap juga rahasia dilarangnya=20 menyetubuhi perempuan ketika haidh. Sebab kalau anggota kelamin = itu dalam=20 keadaan tertahan sedang urat-urat dalam keadaan terganggu karena=20 mengalirnya kelenjar-kelenjar dalam, maka waktu persetubuhan = (coitus)=20 sangat membahayakan kelenjar-kelenjar tersebut, bahkan = kadang-kadang dapat=20 menahan melelehnya darah haidh. Dan ini banyak sekali membawa = kegoncangan=20 urat saraf dan kadang-kadang bisa menjadi sebab peradangan pada = alat=20 kelamin itu.1= 5

3.2.13 Jangan Bersetubuh di Dubur

Dalam hubungannya dengan masalah persetubuhan, Allah s.w.t. = menurunkan=20 ayat yang berbunyi sebagai berikut:

"Isteri-isteri kamu bagaikan ladang buat kamu, oleh = karena=20 itu datangilah ladangmu itu sesukamu, dan sediakanlah untuk = diri-diri=20 kamu, dan takutlah kepada Allah, dan ketahuilah sesungguhnya = kamu akan=20 bertemu Allah, dan gembirakanlah (Muhammad) orang-orang mu'min." = (al-Baqarah: 223)

Turunnya ayat ini mengandung sebab dan hikmah yang besar = sebagaimana=20 yang disebutkan oleh seorang ulama India Waliullah ad-Dahlawy: = "Orang=20 Yahudi mempersempit gaya persetubuhan tanpa dasar hukum syara', = sedang=20 orang-orang Anshar dan berikutnya mengikuti cara-cara mereka itu. = Mereka=20 berpendapat: bahwa apabila seorang laki-laki menyetubuhi isterinya = pada=20 farjinya dari belakang, maka anaknya akan lahir juling. Kemudian = turunlah=20 ayat ini: maka datangilah ladangmu itu sesukamu, yakni dari jalan = depan=20 maupun dari belakang selama diarahkan untuk satu tujuan, yaitu = kemaluan=20 atau farji. Hal ini dipandang tidak apa-apa, karena ada = hubungannya dengan=20 masalah kepentingan kebudayaan dan kecenderungan. Sedang setiap = orang tahu=20 kemaslahatan pribadinya. Oleh karena cara-cara Yahudi di atas = hanya=20 sekedar bikin-bikinan mereka, maka patutlah kalau dihapuskan."1= 6

Bukan menjadi tugas agama memberi batas kepada seorang = laki-laki=20 tentang gaya dan cara bersetubuh. Agama hanya mementingkan supaya = si suami=20 selalu takut kepada Allah, dan supaya dia tahu bahwa dia akan = bertemu=20 Allah. Untuk itu jauhilah dubur, sebab dubur adalah tempat yang=20 membahayakan dan kotor. Menyetubuhi isteri pada dubur dapat = dipersamakan=20 dengan liwath (homoseks). Justru itu sudah seharusnya agama = melarangnya.=20 Untuk itu pula Rasulullah s.a.w, pernah bersabda:

"Jangan Kamu setubuhi isterimu di duburnya." (Riwayat = Ahmad,=20 Tarmizi, Nasa'i dan Ibnu Majah)

Dan tentang masalah menyetubuhi isteri di duburnya ini, beliau=20 mengatakan juga:

"Bahwa dia itu termasuk liwath yang kecil." (Riwayat = Ahmad=20 dan Nasa'i)

Ada seorang perempuan Anshar bertanya kepada Nabi tentang = menyetubuhi=20 perempuan di farjinya tetapi lewat belakang, maka Nabi membacakan=20 ayat:

"Isteri-isterimu adalah ladang buat kamu, karena itu=20 datangilah ladangmu itu sesukamu." (al-Baqarah: 223) -- (Riwayat = Ahmad)

Umar pernah juga bertanya kepada Nabi:

"Ya Rasulullah! Celaka aku. Nabi bertanya: apa yang=20 mencelakakan kamu? Ia menjawab: tadi malam saya memutar kakiku = --satu=20 sindiran tentang bersetubuh dari belakang-- maka Nabi tidak = menjawab,=20 hingga turun ayat (al-Baqarah: 223) lantas beliau berkata kepada = Umar:=20 boleh kamu bersetubuh dari depan dan boleh juga dari belakang, = tetapi=20 hindari di waktu haidh dan dubur." (Riwayat Ahmad dan=20 Tarmizi)

3.2.14 Menjaga Rahasia Isteri

Al-Quran memuji perempuan-perempuan shalihah dengan firmannya = sebagai=20 berikut:

"Perempuan-perempuan yang shalihah itu ialah=20 perempuan-perempuan yang taat yang memelihara (perkara-perkara) = yang=20 tersembunyi dengan cara yang dipeliharakan Allah." (an-Nisa':=20 34)

Di antara sekian banyak perkara yang tersembunyi yang harus = dipelihara=20 oleh suami-isteri ialah tentang masalah persetubuhan. Suami-isteri = dilarang menceriterakan kepada rekan-rekannya dalam=20 pertemuan-pertemuan.

Dalam salah satu hadisnya Rasulullah bersabda:

"Sesungguhnya di antara sejelek-jelek manusia dalam=20 pandangan Allah nanti di hari kiamat, ialah seorang laki-laki = yang=20 menyetubuhi isterinya dan isteripun melakukan persetubuhan, = kemudian dia=20 menyiar-nyiarkan rahasianya." (Riwayat Muslim dan Abu Daud)=20

"Dari Abu Hurairah, ia berkata: Nabi s.a.w. pernah sembahyang = bersama=20 kami, setelah salam beliau menghadapkan mukanya ke hadapan kami, = kemudian bersabda: berhati-hatilah terhadap majlis-majlis kamu! = Apakah=20 di antara kamu ada seorang laki-laki yang menyetubuhi isterinya = dengan=20 menutup pintu dan melabuhkan korden, kemudian dia keluar dan=20 berceritera, bahwa aku telah berbuat dengan isteriku begini dan = begini?=20 Kemudian mereka pada diam semua ... Lantas ia menghadap kepada=20 perempuan-perempuan dan menanyakan: apakah di antara kamu ada = yang=20 bercerita begitu? Tiba-tiba ada seorang gadis memukul-mukul = salah satu=20 tulang lututnya sampai lama sekali supaya diperhatikan oleh Nabi = dan=20 supaya beliau mendengarkan omongannya. Si gadis itu berkata: = Demi Allah=20 kaum laki-laki berceritera dan perempuan perempuan juga = berceritera!=20 Lantas Nabi bertanya: tahukah kamu seperti apa yang mereka = lakukan itu?=20 Sesungguhnya orang yang berbuat demikian tak ubahnya dengan = syaitan=20 laki-laki dan syaitan perempuan satu sama lain saling bertemu di = jalan=20 kemudian melakukan persetubuhan, sedang orang lain banyak yang=20 melihatnya." (Riwayat Ahmad, Abu Daud dan = Bazzar)

Kiranya perbandingan ini cukup menjauhkan seorang muslim dari = berbuat=20 yang sebodoh itu yang tidak bernilai. Seorang muslim kiranya tidak = suka=20 kalau dirinya menjadi syaitan atau sama dengan syaitan.

3.2.15 Keluarga Berencana

Tidak syak lagi, bahwa tujuan pokok perkawinan ialah demi = kelangsungan=20 jenis manusia. Sedang kelangsungan jenis manusia ini hanya mungkin = dengan=20 berlangsungnya keturunan. Islam sendiri sangat suka terhadap = banyaknya=20 keturunan dan memberkati setiap anak, baik laki-laki ataupun = perempuan.=20 Namun di balik itu Islam juga memberi perkenan (rukhshah) kepada = setiap=20 muslim untuk mengatur keturunannya itu apabila didorong oleh = alasan yang=20 kuat.

Cara yang masyhur yang biasa dilakukan oleh orang di zaman Nabi = untuk=20 menyetop kehamilan atau memperkecil, yaitu azl (mengeluarkan mani = di luar=20 rahim ketika terasa akan keluar).

Para sahabat banyak yang melakukan azl ketika Nabi masih hidup = dan=20 wahyupun masih terus turun, yaitu seperti yang tersebut dalam = riwayat di=20 bawah ini:

"Dari Jabir r.a. ia berkata: kami biasa melakukan azl = di=20 masa Nabi s.a. w. sedang al-Ouran masih terus turun." (Riwayat = Bukhari=20 dan Muslim)

Di riwayat lain ia berkata:

"Kami biasa melakukan azl di zaman Nabi s.a.w. maka = setelah=20 hal demikian itu sampai kepada Nabi, beliau tidak melarang = kami."=20 (Riwayat Muslim)

Diriwayatkan juga, bahwa ada seorang laki-laki datang kepada = Nabi=20 lantas ia berkata:

"Ya Rasulullah! Sesungguhnya saya mempunyai seorang = hamba=20 perempuan (jariyah) dan saya melakukan azl daripadanya, karena = saya=20 tidak suka kalau dia hamil dan saya ingin seperti apa yang biasa = diinginkan oleh umumnya orang laki-laki, sedang orang-orang = Yahudi=20 berceritera: bahwa azl itu sama dengan pembunuhan yang kecil. = Maka=20 bersabdalah Nabi s.a.w.: dusta orang-orang Yahudi itu! Kalau = Allah=20 berkehendak untuk menjadikannya (hamil), kamu tidak akan sanggup = mengelakkannya." (Riwayat Ashabussunan)

Yang dimaksud oleh Nabi, bahwa persetubuhan dengan azl itu,=20 kadang-kadang ada setetes mani masuk yang menyebabkan kehamilan = sedang dia=20 tidak mengetahuinya.

Di zaman pemerintahan Umar, dalam satu majlis orang-orang = banyak=20 berbincang masafah azl. Kemudian ada salah seorang laki-laki yang = berkata:=20 bahwa orang-orang Yahudi beranggapan, azl itu berarti pembunuhan = yang=20 kecil. Kemudian Ali r.a. ber kata: "Tidak dinamakan pembunuhan, = sehingga=20 mani itu berjalan tujuh tahap, yaitu: mula-mula sari tanah, = kemudian=20 menjadi nuthfah (mani), kemudian menjadi darah yang membeku, = kemudian=20 menjadi segumpal daging, kemudian daging itu dilengkapi dengan=20 tulang-belulang, kemudian dililiti dengan daging dan terakhir = menjadi=20 manusia." Lantas Umar menjawab: betul engkau, ya Ali! Semoga Allah = memanjangkan umurmu!

(sebelum,=20 sesudah<= /A>)


Halal dan Haram dalam Islam
Oleh Syekh Muhammad Yusuf = Qardhawi
Alih=20 bahasa: H. Mu'ammal Hamidy
Penerbit: PT. Bina Ilmu, 1993

Indeks = Islam=20 | Indeks=20 Qardhawi | Indeks=20 Artikel | Tentang=20 Pengarang=20
ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | = Koleksi | Anggota=20

Please direct any suggestion to Media=20 Team

------=_NextPart_000_0014_01CB2F0E.1A379910 Content-Type: image/gif Content-Transfer-Encoding: base64 Content-Location: http://media.isnet.org/islam/Qardhawi/Halal/bgd.gif R0lGODlh5ANaAPcAAP//////zP//mf//Zv//M///AP/M///MzP/Mmf/MZv/MM//MAP+Z//+ZzP+Z mf+ZZv+ZM/+ZAP9m//9mzP9mmf9mZv9mM/9mAP8z//8zzP8zmf8zZv8zM/8zAP8A//8AzP8Amf8A Zv8AM/8AAMz//8z/zMz/mcz/Zsz/M8z/AMzM/8zMzMzMmczMZszMM8zMAMyZ/8yZzMyZmcyZZsyZ M8yZAMxm/8xmzMxmmcxmZsxmM8xmAMwz/8wzzMwzmcwzZswzM8wzAMwA/8wAzMwAmcwAZswAM8wA AL+/v5n//5n/zJn/mZn/Zpn/M5n/AJnM/5nMzJnMmZnMZpnMM5nMAJmZ/5mZzJmZmZmZZpmZM5mZ AJlm/5lmzJlmmZlmZplmM5lmAJkz/5kzzJkzmZkzZpkzM5kzAJkA/5kAzJkAmZkAZpkAM5kAAGb/ /2b/zGb/mWb/Zmb/M2b/AGbM/2bMzGbMmWbMZmbMM2bMAGaZ/2aZzGaZmWaZZmaZM2aZAGZm/2Zm zGZmmWZmZmZmM2ZmAGYz/2YzzGYzmWYzZmYzM2YzAGYA/2YAzGYAmWYAZmYAM2YAADP//zP/zDP/ mTP/ZjP/MzP/ADPM/zPMzDPMmTPMZjPMMzPMADOZ/zOZzDOZmTOZZjOZMzOZADNm/zNmzDNmmTNm ZjNmMzNmADMz/zMzzDMzmTMzZjMzMzMzADMA/zMAzDMAmTMAZjMAMzMAAAD//wD/zAD/mQD/ZgD/ MwD/AADM/wDMzADMmQDMZgDMMwDMAACZ/wCZzACZmQCZZgCZMwCZAABm/wBmzABmmQBmZgBmMwBm AAAz/wAzzAAzmQAzZgAzMwAzAAAA/wAAzAAAmQAAZgAAMwAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAACwAAAAA5ANaAAAI/wCrCBxI sCDBJzCqqFC4sKGKhwwfSpxIsaLFiQBUZNyoUSOAjyBDihxJsqTJkyhTqlzJsqXLlzBjypxJs6bN mzhz6tzJs6fPn0CDCh1KtKjRoywNGmyosClChE0hOpR6sapEAySwas3asePGjF69Ih1LtqzZs2jT ql3Ltq3bt3DjykWqdGHTgQuhwngSNapUhhGtUiRREetDjog9klQ8t7Hjx5AjS55MubLly5jPKi34 VGBCFQj3Mh0tuLSBq1kJh00MIPVWAyBJZJ5Nu7bt27hz697NG+3muwmr7K3Cdy/UqRL9UhWsWkVq 1Ku9ng4pWyTs3tiza9/Ovbv37+BjFv+0O7C4+eEwQI9WXtri6YfvORo2/NWjWNjVw+vfz7+///8A BnjTb8IJBJVeoBVIGmmBtefcQ809qIJWHK22UVZfCajhhhx26OGHILql1IEFEpfQE3wJ98RU7C3n 4HsTTshVhakBgBVIjMUW4o489ujjj0B+SKCBdy2U3op7DUdRi+1FmBFhpxH2lVb21ZehjUFmqeWW XHbppVxKoVeiXUaaiJAKSgbWYINVcSVjdGJ5hJ9IOX5p55145qnnniURRF55RQrUUJJPpfeXi+3B SJibhzm3lVcYwlYnn5RWaumlmPpnkHnjCRqoQ0w6eNF7rjnq2oVzVpdffpm26uqrsMb/OheBnwUq aKErqonci6oZxtWM0X0V6UfXyWrsscgmq6xOBKboqUK5EppeqIgyB5+j2Ga0FZYa3agqscuGK+64 5CJLUHB3mWhgQrWulxyook4UZYxuovqrRtXBdt2k5fbr778AA2kQuuziSlxDuC4YL4QwxmgqfTLe iOW2rLYW8MUYZ6zxfiMSmWJwaKorlaGHslmaalJSZG+UEn807MYwxyzzzLNtRjBxnRmZK8LUxvte fHBuhN903boMLs1IJ6300mVtVhxxBR4obaHvAlatVaqBhVGVixZrsWxzMi322GSXPVOznqmLq7QK L9wVRa91pdW+p3ptsdl456132XUN/zSc1ComifBEfbkdI41Eu4xVjeDKBvbekEcuecydevZ0ktAq SXXPokbYEZVZy4jYy/lObvrpqCc7JF8ppqhzuxH5ZfJFUEInYZytSdq4xXan7vvvwO8ZprMF1ypa 5jvPvuvJMT6qNWKoYhn89NRXv+Vv6HLKOuxoEr68g1zNW69iYcl5N4YVW6/++uxz7HRTJ7J7PJrJ I6e8exP1CmxX0EcvffsADKAAtVOQEx0kUMcRWezg1Tl5NSd0rMHXvixmvgFa8IIYnEyY0uYnM0VF NG37nlVIBR9ggYU1E8ygClfIQjC9ry9jisqZdHU/rGVLItATi/8wpKMW+vCHQAQKZ//8BrVaIalQ shPh1UaFwwdV6IlYKl36gkjFKlrxJQWE2gGBUzjlJLFzDZNQwz6Cu0jl5zq9u6Ia16hGm10Ofgfr YghrWBEo2RFiz4OUt67jODb68Y9XXJ0W+fK6GVaEc7wqoQ4t9D9+AfKRkLwg9gqEOaYQin7tMpzD iBaxN52wSno8WiRHScoA9q11eMELEp/ivS8yTyIPbBQZPwmSsPFuiqXMpS4nN6S0kckpogkmIn0W sf3p8ISPc+Qul8lMvE0yL/GDH1N25j0lMjFltZPlLHFYy7s185vgdGZ5gkM8tZlJcIby4sKaAyM8 8o8xpvpf6cJJz3pSbmBEGmTxOkP/SPWwaJ3QMUyjypehofEQl/ZMqELF1TEFBQ556ITItCxCR4fd LmURxNGFFsrRjv5LkOacGtQksqIliopoMIrghEKiu/959KUwfVUW00XOWn3wIUq6JMnAeDuVZmhG q/JmTIdKVD4NsYNQ+ZQWu1fSamoSLM2xkjYxVDRRFvWqWL3eUgpISA8KDmEThda7BNOwdgatShT6 VlbXytYg/eaXwDlTzhyCJInstEniE6g2+Sel3B0NoW0NrGD7MyR0AXNzVgNhRUdYQirRckqK491g J0tZTW01lXAl1AJLGpGmum1RbwpWWNAXxVlW9rSozQ72PuYpiCAWpwycaKJqdxqB/z6RkX4FbGp3 y9vM9HJ7frqkDA+pyQfpD3fkE5pVe8vc5lrmXKhkV+D4eclBUe2zjS0mxAiqo3zp1rngDe9abDbI cSpEWuetq1Q8a5o6wg2U29SXjeYp3vraVy2Fna4RZTg/VsKWvTa8lkqD1UdWffe+CE4wT/oGtdbF z5BiNZSErclE49JrkdCTb0uXq+AOexgnlUsb5jrDtuHKtSJ3tQpY5kNQ+Bb4wzCO8U5e6Cy7GGdq Ez0SbE/a02uFTjYdqZGGpZdGGRv5yCchLyW3dzmq1fWI632Ryh72ubpt9GtGQ7KWtzwStKlrau7K 3EQALCqtpVSCz1GV7orM5TYfuf9jBXvWgwXHkCMFE6Bve9KN3jkx0lKHzW4OtIKHaFgVeWpt/TQR TtWb4tJ8sonbdA3Y0FcsQAv60uH9DesUWElXIofMVQkjw/Z3KskK9dSYTnV9J1miTc/PauoEdZsg 7bAZzXc+8xXagVXNa95mscZfPl7h/lncgULorKXNkaV7zezUbpC1ThHUeqy23gm39yqHayKQn5Qh PT6u2eD29RZLdGibso3YDymprPPH7jyGj6r9G8muw01vor6vM5bTb87U2WiyYquJkEKMxNLq0nob XLC91PdnruvUYj8sZVXeVst4ePCKD5bQMdSipzRLnnTPb52iBlpGIxZZilv85Pb/bijxWAnRT6e4 34MZjPP4fEy/ovzmWM0vNB0qXNIYkqSM3RrD9tpt6Jkc50jv6Ln8tumo4ZiVJGPIukeoP5ZBHIoh UWbSt07Phh7a0IheeETS+VRYnnmbaM9RlbjOdnBuUMQPfTpoDOVf9cDcgVuLWx5Hl2utt/3vpHxr g5eq8GF3r7huemDR72NqwDuemUddOvcM/y5qAn3WFjXhQKWa21rO+/GgDyKDAdVxOeJlx4uFJbZ7 1SjdxXNoueZw6GcfSMEnNcwKq/uO/a36mfuKQvP1c8toT/w25pdEiO6ecnTsNm1NWblBNt/RUV38 6rOwcuQ5j6FxT5Wp0y5/M9cz/8UlaNplW//8A1ytoUfqUAZ5vPtS9vG1gvyo6aSwj+jP//VZ3VoV uWsqIGRX2EU0v/Iat3Q38lVw+reAADR6XRU1pjcadZV6x1ZbEqJ5rNFnWUZ9DNiB1BNiT7N9coQc d6diqndHN2SANfJtCuiBLviBbxdtpYdECSIaLFdciiJywUJw+PKCPmg9XldOazN3T7Z7Y5Uoefcc GUVwXmN+P/iE4jQiIKNAhzUaNihbDWQqxyZLq9FXfgaFYOg7MZhAm4NJy0F3bmNWEXdbphVFc2JL YRiHevNrStZV+EaEc2eE4LOFWoNco1VpnyeHgjgzmmZEaWIkg5KH/5VuFCYv2EY2anm2drHRhINY iWSjZExHSdACTBLIVMUlfiKHdhnoTYFoiabYL+O2LvBDSCiSXsy3iCUINyhTVkpIdCLBQ054irr4 LwEBADs= ------=_NextPart_000_0014_01CB2F0E.1A379910--